Logo Bloomberg Technoz

Program Kompor Listrik 2027, Efektifkah Tekan Impor LPG RI?

Azura Yumna Ramadani Purnama
25 June 2026 12:20

Pekerja membawa tabung gas LPG non subsidi di Pasar Rebo, Jakarta, Senin (20/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja membawa tabung gas LPG non subsidi di Pasar Rebo, Jakarta, Senin (20/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi memprediksi program konversi kompor gas ke kompor listrik tidak efektif menekan konsumsi gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG). Bahkan, program tersebut diprediksi berujung sekadar memboroskan anggaran negara.

Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengungkapkan program serupa sudah terbukti gagal menekan konsumsi LPG ketika pertama kali diterapkan pada 2022.

Alasannya, kompor listrik membutuhkan daya yang cukup tinggi sehingga hanya dapat digunakan untuk masyarakat kelas menengah ke atas dengan daya listrik diatas 2.200 volt ampere (VA).


Sementara itu, banyak masyarakat kelas menengah ke bawah yang daya listrik rumahnya hanya 450 VA hingga 900 VA.

“Saya kira sangat tidak efektif. Bahkan sudah terbukti, pada saat pemerintahan Jokowi setelah 2022, sudah pernah dilakukan upaya konversi ke kompor listrik,” kata Fahmy ketika dihubungi, Kamis (25/6/2026).