Ekonom: Penguatan PNBP Ditopang Penerimaan Sumber Daya Alam
Mis Fransiska Dewi
15 July 2026 18:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuagan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi hingga akhir tahun 2026 mendatang realisasi pendapatan negara bisa mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7% dari target APBN.
Penerimaan tersebut berasal dari perpajakan diproyeksi mencapai Rp2.631,4 triliun atau hanya sebesar 97,7% dari target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sementara, target kepabeanan serta cukai sebesar Rp320,6 triliun atau 95,4% dari target.
Sementara itu, pemerintah memperkirakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru akan menjadi penopang dengan target penerimaan dari pos ini yang diproyeksikan mencapai Rp575,1 triliun atau 125,2% dari target APBN sebesar Rp459,2 triliun.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman menyebut bahwa kini, PNBP memang menjadi bantalan utama pendapatan negara. Apalagi, pada semester I-2026, realisasinya mencapai sekitar Rp271 triliun atau 59% dari target APBN dan tumbuh 21,6% secara tahunan.
“Penguatan ini terutama ditopang penerimaan sumber daya alam, PNBP kementerian/lembaga, dan badan layanan umum. PNBP migas sendiri mencapai Rp60,7 triliun atau tumbuh 24,3%, didukung kenaikan ICP [Indonesian Crude Price], lifting gas, dan pelemahan rupiah,” kata Rizal kepada Bloomberg Techoz, Rabu (15/7/2026).

































