Logo Bloomberg Technoz

Mendag Sebut Defisit Neraca Dagang Dipicu Lonjakan Harga Minyak

Pramesti Regita Cindy
10 July 2026 08:10

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut defisit neraca dagang RI pada Mei 2026 dipengaruhi oleh melonjaknya harga minyak mentah dunia.

"Maret April Harga minyak itu kan lagi di puncaknya. Jadi sebenarnya Karena faktor Harga minyak yang sangat tinggi," kata Budi kepada awak media, dikutip Jumat (10/7/2026).

Di samping itu, ia menambahkan, jika dilihat secara kumulatif, kinerja perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Mei 2026 masih membukukan surplus US$4,03 miliar.


"Jadi hanya bulan Mei saja [yang defisit], tapi Januari-Mei ya secara kumulatif tetap surplus, dan ekspornya tetap naik," jelasnya.

Oleh karena itu, menteri yang juga kerap kali disapa Busan ini meyakini kondisi tersebut hanya bersifat sementara, dan neraca perdagangan akan kembali membaik seiring terjadinya normalisasi harga minyak.