Histori Neraca Dagang: Pola Defisit Mei 2026 Beda Dibanding 2020
Mis Fransiska Dewi
02 July 2026 12:07

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan kinerja neraca perdagangan barang Indonesia yang mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026 berbeda dengan defisit yang terjadi pada April 2020 lalu.
Diketahui, ini pertama kalinya neraca dagang defisit setelah mengalami surplus dagang selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Terakhir, neraca dagang Indonesia mengalami surplus US$89,1 juta pada April 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan neraca perdagangan pada Mei 2026 defisit karena didorong oleh neraca dagang migas yang defisit mencapai US$3,76 miliar sedangkan neraca dagang migas masih surplus US$2,15 miliar.
Pada April 2020 lalu, kata Ateng, neraca perdagangan Indonesia defisit US$0,38 miliar. Pada periode tersebut defisit neraca dagang didorong oleh defisit neraca perdagangan pada migas dan nonmigas.
Neraca dagang migas pada April 2020 defisit US$0,30 miliar sementara neraca dagang nonmigas defisit US$0,08 miliar.





























