Gejolak di Timur Tengah, Nafta AS Kini Banjiri RI
Pramesti Regita Cindy
10 July 2026 08:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut terjadi pergeseran sumber impor bahan baku plastik yakni nafta dari Amerika Serikat (AS) setelah sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Kata Budi, langkah pergeseran ini dilakukan menyusul terjadinya gangguan rantai pasokan akibat konflik antara AS dan Iran.
"Oh ya, dulu impor nafta itu kebanyakan dari Timur Tengah, karena dampak perang, sebenarnya sekarang yang paling banyak kita impor dari Amerika, dan nafta-nya sudah mulai banyak masuk. " kata Budi kepada awak media, dikutip Jumat (9/7/2026).
Budi menambahkan, selain Amerika Serikat, pemerintah sebelumnya juga membuka peluang impor nafta dari India hingga Afrika sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber pasokan. Namun, hingga kini pasokan yang paling banyak masuk berasal dari AS.
Meski demikian, ia mengaku belum memiliki data rinci mengenai nilai impor nafta dari AS, India, dan Afrika ini. Namun, ia memastikan pasokan nafta dari negara-negara tersebut mulai masuk ke Indonesia.
"Jadi sekarang, industri kita penghasil biji plastik kan sudah mulai berjalan dengan bagus. Biji plastik nanti oleh industri hilir kemudian diolah menjadi bahan-bahan plastik yang sudah jadi. Jadi sekarang masukannya sudah mulai bagus," jelasnya.
































