Logo Bloomberg Technoz

Neraca Dagang: Defisit Terdalam dengan China, Surplus dengan AS

Mis Fransiska Dewi
01 July 2026 15:00

Kondisi neraca dagang Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Kondisi neraca dagang Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan barang Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026, tercatat menjadi yang pertama kalinya setelah surplus 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, bahkan menjadi yang terburuk sejak 2019.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor tercatat sebesar US$23,20 miliar atau turun 5,73%, sedangkan impor mencapai US$24,81 miliar atau melonjak 22,16% pada Mei 2026.

China menjadi negara penyumbang defisit terdalam terhadap negara perdagangan barang Indonesia. Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara penyumbang surplus terbesar untuk perdagangan migas dan nonmigas. 


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono merinci secara keseluruhan baik migas maupun nonmigas negara penyumbang surplus terbesar yaitu AS senilai US7,03 miliar, India sebesar US$5,29 miliar, dan Filipina sebesar US$3,59 miliar. 

Dia menyebut khusus untuk neraca perdagangan nonmigas, tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu AS sebesar US$8,47 miliar, India sebesar US$5,34 miliar, dan  Filipina sebesar US$3,42 miliar.