
Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup Sesi I dengan penguatan 0,84% di posisi 5.690 pada Rabu (1/7/2026) biarpun dibayangi sentimen neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit US$1,61 miliar per Mei 2026, memutus rentetan surplus dagang selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.
Indeks LQ45 juga menguat, dengan terapresiasi 0,91% ke posisi 558,11. Sementara nilai tukar Rupiah melemah 0,38% menyentuh Rp17.950/US$ pada 12:40 WIB.
Berdasarkan Bursa Efek Indonesia (BEI), data perdagangan saham menunjukkan total transaksi hingga siang hari ini mencapai Rp5,87 triliun, dari sejumlah 10,78 miliar yang ditransaksikan. Frekuensi yang terjadi sebanyak 891 ribu kali diperjualbelikan.
Sepanjang pagi hingga siang hari ini, IHSG melaju fluktuatif dengan sempat ada di zona merah, tetapi membaik menuju zona hijau. Rentang perdagangan terjadi di level 5.607 sampai dengan tertingginya 5.728.
Tercatat ada penguatan 362 saham dan sebanyak 249 saham terjadi pelemahan. Sisanya 165 saham stagnan.






























