Logo Bloomberg Technoz

Neraca Dagang Mei 2026 Defisit US$1,6 M, Pertama Sejak 2020

Mis Fransiska Dewi
01 July 2026 11:55

Neraca dagang (Bloomberg)
Neraca dagang (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan barang Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Angka ini berbeda dari proyeksi konsensus para ekonom dan analis yang memperkirakan neraca dagang justru akan mengalami perbaikan.

Artinya, ini pertama kalinya neraca dagang defisit setelah mengalami surplus dagang selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Terakhir, neraca dagang Indonesia mengalami surplus US$89,1 juta pada April 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan defisit neraca perdagangan Mei 2026 terutama disebabkan oleh komoditas migas yang defisit US$3,76 miliar, dengan penyumbang komoditas migas dari hasil minyak dan minyak mentah.


"Pada saat yang sama, neraca perdagangan nonmigas surplus US$2,15 miliar dengan komoditas penyumbang surplus dari bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja," kata Ateng dalam konferensi pers BPS, Rabu (1/7/2026).

Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif pada periode Januari-Mei 2026 tercatat surplus US$4,03 miliar. Angka ini ditopang surplus komoditas nonmigas sebesar US$16,31 miliar, sementara komoditas migas masih defisit US$12,28 miliar.