Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Stabil di Tengah Lanjutan Perundingan AS-Iran

News
10 July 2026 06:45

Harga minyak stabil karena ketegangan global membantu mengimbangi prospek kelebihan pasokan. (Bloomberg)
Harga minyak stabil karena ketegangan global membantu mengimbangi prospek kelebihan pasokan. (Bloomberg)

Yongchang Chin - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak bergerak stabil di penghujung pekan yang bergejolak setelah muncul laporan bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlanjut, meskipun bentrokan yang kembali memanas menyebabkan penurunan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan di kisaran US$72 per barel setelah turun hampir 2% pada Kamis, sementara Brent ditutup di atas US$76 per barel. Fox News, mengutip seorang pejabat AS, melaporkan bahwa pembicaraan teknis (technical talks) antara kedua negara masih berlanjut. Sebelumnya, gencatan senjata berada dalam ketidakpastian setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut telah berakhir.


Setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, pasukan AS melancarkan serangan ke sejumlah target di Republik Islam Iran selama dua hari pada pekan ini. Aksi tersebut memicu serangan balasan dari Teheran terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan. Meski demikian, kedua pihak masih menahan diri untuk tidak kembali terlibat dalam perang terbuka secara penuh, dan sejumlah ketentuan dalam kesepakatan sementara mereka—yang hingga kini belum secara resmi dibatalkan—masih tetap dijalankan.

Harga minyak masih mencatat kenaikan sepanjang pekan ini, dengan tanda-tanda bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami perlambatan signifikan akibat konflik. Para pelaku pasar kini memantau kondisi produksi dan penjualan minyak dari negara-negara produsen di Teluk Persia, termasuk eksportir terbesar dunia, Arab Saudi, yang dalam waktu dekat dijadwalkan mengumumkan alokasi pasokan minyak mentah bulanan kepada para pelanggannya.