Pelacakan Bloomberg: Pelayaran di Selat Hormuz Nyaris Lumpuh
Redaksi
09 July 2026 16:38

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketegangan yang kembali terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz nyaris kembali lumpuh pada Kamis (9/7/2026). Sebelumnya, AS melancarkan serangan terhadap Iran dalam dua hari beruntun. Ketegangan ini mencerminkan rapuhnya gencatan senjata antara kedua negara yang berkonflik, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan di selat ini.
Mengacu pada data pelacakan kapal Bloomberg, pergerakan di selat tersebut sebagian besar berada di jalur sisi utara yang mendapat persetujuan Iran. Sebaliknya, koridor pelayaran Oman yang didukung AS hampir tidak dilalui kapal sama sekali.
Jika ditarik ke belakang, puncak arus kapal di Selat Hormuz terjadi pada 1 Juli, yang tercatat dilintasi 18 kapal. Lalu, 16 Juli menjadi titik balik, ketika jumlah kapal langsung anjlok dari 15 kapal menjadi hanya 6 kapal. Kemudian, pada 7 Juli jumlahnya kembali menyusut menjadi 5 kapal, terendah sepanjang periode.
Memang, pada 9 Juli terjadi sedikit pemulihan menjadi 10 kapal, tapi volumenya masih jauh di bawah rata-rata arus kapal yang melintas pada awal Juli.
Lebih lanjut, data juga menunjukkan bahwa arus kapal dari Timur menuju Barat mengalami penurunan paling drastis, dibandingkan arah sebaliknya. Sementara dari jenisnya, kapal tanker yang paling terdampak. Tanker yang menuju Teluk Persia turun dari 10 kapal menjadi hanya 3 kapal dalam rentang satu hari saja, yakni pada 5-6 Juli.































