Bursa Saham Asia Menguat Didorong Sektor Cip, Harga Minyak Naik
News
09 July 2026 09:20

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Kamis (9/7), dipimpin oleh lonjakan saham-saham sektor semikonduktor. Optimisme terhadap tingginya permintaan berbasis kecerdasan buatan (AI) berhasil membangkitkan kembali minat investor pada saham produsen cip. Di sisi lain, harga minyak mentah melanjutkan tren kenaikan setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara hari kedua ke wilayah Iran.
Indeks MSCI Asia Pasifik tercatat menguat 0.7%, di mana indeks Kospi Korea Selatan—yang kerap menjadi barometer investasi sektor cip dan AI—melonjak lebih dari 3%. Kontrak berjangka (futures) untuk indeks teknologi Nasdaq 100 juga berhasil menghapus kerugian awal dan berbalik naik 0,2%.
Sektor cip tetap menjadi pusat perhatian pelaku pasar setelah rencana pencatatan saham (listing) SK Hynix Inc di bursa AS mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari tujuh kali lipat, yang mengerek sahamnya di bursa Seoul melesat 7,8%. Sementara itu, Bain Capital dilaporkan telah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di produsen cip lash memory Kioxia Holdings Corp, yang harga sahamnya telah meroket lebih dari 650% sepanjang tahun ini.
Di pasar komoditas, minyak mentah jenis Brent menguat selama tiga hari berturut-turut dan sempat menembus level US$79 per barel sebelum akhirnya sedikit terkoreksi. Gelombang serangan terbaru dari AS memicu kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah akan mengganggu jalur pengiriman logistik global melalui Selat Hormuz. Sementara itu, pergerakan obligasi pemerintah AS (Treasury) cenderung stagnan di awal perdagangan Asia menyusul aksi jual obligasi global pada hari Rabu, seiring meningkatnya spekulasi para pelaku pasar bahwa bank sentral AS (The Fed) perlu menaikkan suku bunga acuan. Harga emas sendiri terpantau stabil di kisaran US$4.075 per ons setelah sempat melemah selama tiga hari beruntun.






























