Logo Bloomberg Technoz

AS Cabut Relaksasi, 63 Juta Barel Minyak Iran Terkatung di Laut

News
08 July 2026 17:40

Kapal tanker minyak tiba di dermaga laut lepas Pangkalan Penimbunan Minyak Nasional Shirashima di Kitakyushu, Prefektur Fukuoka, Jepang./Bloomberg
Kapal tanker minyak tiba di dermaga laut lepas Pangkalan Penimbunan Minyak Nasional Shirashima di Kitakyushu, Prefektur Fukuoka, Jepang./Bloomberg

Yongchang Chin dan Rong Wei Neo - Bloomberg News

Bloomberg, Puluhan juta barel minyak Iran yang sudah berada di kapal tanker terombang-ambing setelah AS mencabut pengecualian yang sebelumnya mengizinkan Republik Islam Iran untuk menjual minyak mentah tersebut.

Saat ini terdapat sekitar 63 juta barel minyak Iran di perairan, baik dalam perjalanan maupun terparkir, menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data Vortexa. Minyak mentah tersebut berada di kapal-kapal di Teluk Persia dan tersebar di perairan Asia.


Sebagian besar kapal ini tidak menunjukkan tujuan yang jelas atau memberi sinyal bahwa mereka tersedia untuk dipesan, yang berarti mereka belum menemukan pembeli.

Puluhan Kapal Minyak Iran di Seluruh Asia Tanpa Pembeli yang Jelas. (Bloomberg)

Pengecualian AS, bagian dari kesepakatan damai sementara antara Washington dan Teheran, dikeluarkan pada akhir Juni dan memberi Iran waktu 60 hari untuk menjual minyaknya tanpa dikenai sanksi AS. Pengecualian tersebut dicabut sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.