Logo Bloomberg Technoz

IHSG Dibayangi Eskalasi AS-Iran dan Komentar S&P Dow Jones

Cahya Puteri Abdi Rabbi
08 July 2026 08:10

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi serangan baru militer AS ke wilayah Iran.

Sementara itu, wanti-wanti S&P Dow Jones Indices soal potensi Indonesia ke frontier market diperkirakan ikut memengaruhi psikologi pasar hari ini.

“Sentimen pasar turut dibebani meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz memicu kekhawatiran eskalasi konflik antara AS dan Iran,” dikutip dari komenter Sinarmas Sekuritas, Rabu (8/7/2026).


Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi tekanan inflasi ke depan.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melesat melewati level US$72 per barel, melanjutkan tren kenaikan dari Selasa malam.