Pengembang Properti Terjepit Bahan Baku dan Daya Beli
Pramesti Regita Cindy
09 July 2026 09:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (Waketum DPP REI), Bambang Ekajaya menilai pelemahan nilai tukar rupiah kembali memberi tekanan pada sektor properti. Ia menyebut kenaikan kurs meningkatkan biaya pembangunan, sementara daya beli masyarakat pulih.
"Yang utama dari impact ini tuh multidimensional ya, dalam arti gini kita memang properti itu ada segmen ya, segmen menengah bawah, segmen yang atas atau yang komersial. Nah kalau untuk yang komersial sudah pasti akan terkena impact-nya yang paling besar."
"Kenapa? Karena sebagian dari komponen itu kan kayak lift, kemudian lantai marmer, dan sebagainya itu kan impor," kata Bambang kepada Bloomberg Technoz, Rabu (8/7/2026).
Di sisi lain, Bambang juga menyebut bahwa tekanan biaya tidak hanya berasal dari barang impor. Material bangunan yang diproduksi di dalam negeri sejatinya juga turut terdampak karena masih menggunakan bahan baku impor dalam proses produksinya.
Selain itu, biaya logistik turut memperberat beban pengembang. Lantaran material bangunan yang memiliki bobot besar membuat ongkos distribusi meningkat seiring kenaikan biaya transportasi.































