Logo Bloomberg Technoz

Timur Tengah Panas Lagi, IHSG dan Bursa Asia Ikut 'Gerah'

Muhammad Julian Fadli
08 July 2026 17:25

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (8/7/2026) searah dengan bursa saham Asia lainnya. Sentimen negatif datang dari pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut kesepakatan damai sementara dengan Iran telah berakhir.

Trump menyebut gencatan senjata tersebut sebagai “buang-buang waktu”, setelah AS melancarkan serangan terhadap Iran dan mencabut pengecualian yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak Iran.

Hari ini, Indeks ditutup di level 5.873 dengan pelemahan 1,89%. Indeks LQ45 juga melemah 2% ke posisi 582,88.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 8 Juli 2026 (Bloomberg)

Posisi terendah IHSG sepanjang perdagangan hari ini menyentuh 5.872 yang tertingginya hanya sempat sesaat di 5.984. Volume perdagangan juga hanya melibatkan 22,69 miliar saham. Nilai transaksi pun Rp10,54 triliun, dengan 1,97 juta kali diperjualbelikan.

Saham–saham barang baku, saham properti, dan saham konsumen non primer jadi yang paling amblas pelemahannya hari ini, melemah mencapai 4,35%, 2,68%, dan 2,49%.