Logo Bloomberg Technoz

PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) juga mencatatkan penguatan beruntun setelah IPO di harga Rp216/saham. Harga saham naik menjadi Rp270/saham pada hari pertama, Rp336/saham pada hari kedua, Rp420/saham pada hari ketiga, dan Rp525/saham pada hari keempat. 

Reli tersebut berakhir pada perdagangan berikutnya ketika saham terkoreksi 7,05% dan ditutup di level Rp488.

Sementara itu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang melantai pada 5 Desember 2024 dengan harga penawaran Rp5.550/saham, membukukan penguatan maksimal selama tiga hari perdagangan. 

Saham AADI ditutup di level Rp6.650/saham pada hari pertama, kemudian naik menjadi Rp7.975/saham pada hari kedua dan Rp9.550/saham pada hari ketiga. Pada perdagangan berikutnya, saham masih menguat ke Rp10.275/saham, namun kenaikannya tidak lagi berada di batas atas.

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga mencatatkan penguatan beruntun setelah melantai di harga Rp190/saham. 

Pada lima hari pertama perdagangan, harga saham berturut-turut naik menjadi Rp237,5/saham, Rp320/saham, Rp400/saham, Rp500/saham, dan Rp625/saham. 

Setelah itu, penguatan masih berlanjut ke Rp780, Rp975, Rp1.215, hingga Rp1.515, meski kenaikan hariannya tidak lagi menyentuh batas atas.

Berbeda dengan emiten-emiten tersebut, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) hanya mencatatkan penguatan maksimal pada hari pertama perdagangan. Saham yang ditawarkan di harga Rp2.880 per saham itu ditutup di level Rp3.600 pada hari pertama. Pada perdagangan hari kedua, EMAS sempat menyentuh batas atas, namun gagal mempertahankannya hingga penutupan sehingga durasi penguatan maksimalnya hanya berlangsung satu hari.

(dhf)

No more pages