Logo Bloomberg Technoz

Saham Perkapalan Liar Terimbas Efek Maduro, Hati-hati 'Nyangkut'

Artha Adventy
06 January 2026 13:30

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham-saham sektor perkapalan dan logistik laut mencatatkan penguatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, bahkan sebagian di antaranya hingga berujung pada suspensi perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Lonjakan harga tersebut terjadi di tengah minimnya sentimen domestik yang secara langsung berkaitan dengan kinerja fundamental emiten, sehingga pergerakan saham dinilai lebih dipengaruhi faktor eksternal.

Penguatan sektor ini muncul seiring meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap dinamika global, khususnya terkait perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela setelah penangkapan Nicolas Maduro. Isu tersebut dinilai berpotensi mengubah pola distribusi minyak dan gas dunia, yang pada akhirnya berdampak pada permintaan armada kapal tanker dan logistik energi.


Dari sisi pergerakan saham hingga perdagangan kemarin, Senin (5/1/2026), PT GTS Internasional Tbk (GTSI) mencatatkan lonjakan tajam dengan menguat 25% dan menyentuh batas atas (ARA) di level Rp400/saham. Secara historis, saham GTSI telah melesat sekitar 900% dalam enam bulan terakhir serta naik 131,21% dalam satu bulan perdagangan.

Sementara itu, dua emiten lain dalam grup yang sama, yakni PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), baru dibuka suspensinya oleh BEI kemarin. Sebelum suspensi diberlakukan, saham HUMI tercatat telah menguat 54,81% dalam satu minggu dan 93,98% dalam satu bulan perdagangan.