Epidemiolog: Gelombang Panas Eropa Bukan Fenomena Cuaca Biasa
Dinda Decembria
06 July 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir disebut bukan sekadar fenomena cuaca biasa.
Menurut ahli kesehatan lingkungan, dokter Dicky Budiman, kondisi tersebut merupakan hasil kombinasi antara faktor cuaca alami dan perubahan iklim akibat aktivitas manusia yang saling memperkuat.
Dicky menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan suhu di Eropa melonjak hingga menembus lebih dari 40 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
"Fenomena ini sebetulnya tidak berdiri sendiri. Penyebabnya adalah kombinasi antara faktor cuaca alami dan perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Ada beberapa faktor yang bekerja secara bersamaan," ujar Dicky melalui pesan suara, dikutip Senin (06/07).
Faktor pertama adalah terbentuknya sistem tekanan udara tinggi atau heat dome (kubah panas). Menurutnya, fenomena ini bekerja layaknya tutup panci yang menjebak udara panas di dekat permukaan bumi. Akibatnya, awan sulit terbentuk sehingga sinar matahari terus memanaskan permukaan tanah dari hari ke hari.






























