Logo Bloomberg Technoz

Kejar 2030, PLN Bidik Tambahan Listrik 19,1 GW dari PLTS-Baterai

Sabrina Mulia Rhamadanty
03 July 2026 10:50

Ladang panel surya./dok. Bloomberg
Ladang panel surya./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT PLN (Persero) membidik tambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai atau battery energy storage system (BESS) sebesar 19,1 gigawatt (GW) pada 2030.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan penambahan kapasitas ini akan memperkuat pasokan listrik di Pulau Jawa serta memangkas ketergantungan pembangkit PLN pada bahan bakar minyak (BBM) impor.

"Ada tambahan kapasitas sampai 2030 sekitar 19,1 GW dan ini tentu saja akan memfasilitasi bukan hanya pemuatan daya listrik di Pulau Jawa, tetapi juga meningkatkan keandalannya. Ini juga mengurangi konsumsi BBM yang berbasis pada impor," paparnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).


Guna memuluskan target besar tersebut, PLN berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengadaan lahan PLTS.

Lokasi pengembangan modul baterai dengan daya tahan tinggi milik perusahaan penyimpanan energi, Form Energy. dok: Poppy Lynch/Bloomberg

Darmawan memaparkan Kementerian ATR/BPN telah mengusulkan lahan seluas 28.000 hektare (ha) di Pulau Jawa.