B50 Mulai Berlaku, Ongkos Penambangan Diprediksi Naik hingga 5%
Azura Yumna Ramadani Purnama
02 July 2026 13:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) memprediksi ongkos penambangan mineral dan batu bara (minerba) bakal mengalami kenaikan sekitar 3% hingga 5% gegara penggunaan biodiesel B50.
Ketua Bidang Hubungan Industri Perhapi Ardhi Ishak Koesen menilai penggunaan B50 bakal meningkatkan ongkos operasi karena biaya perawatan mesin bakal naik, sebab durasi penggantian saringan atau filter bakal lebih cepat.
Ardhi juga menilai penggunaan B50 bakal membuat penggunaan bahan bakar lebih besar lantaran campuran fatty acid methyl ester (FAME) yang tinggi berpotensi menurunkan efisiensi pembakaran.
“Kenaikannya diperkirakan sekitar 3%—5%, belum bisa dihitung US%/ton karena harga B50 belum ada. Sampai saat ini kami belum tahu berapa harga biodiesel B50 untuk sektor industri. Jika harganya lebih mahal dari biodiesel B40, tentu akan memberatkan sektor industri,” kata Ardhi ketika dihubungi, Kamis (2/7/2026).
Terpisah, Kepala Dekarbonisasi Industri dan Transportasi Indef GTI Andry Satrio Nugroho menyatakan biodiesel mudah menyerap air dan memicu endapan, serta korosi pada mesin.





























