Respons ESDM Soal Smelter di IWIP Defisit Bijih Nikel Gegara RKAB
Azura Yumna Ramadani Purnama
23 June 2026 10:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara ihwal habisnya kuota produksi PT Weda Bay Nickel (WBN) yang berpotensi menyebabkan smelter di kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) kekurangan bijih nikel sekitar 30 juta ton.
Dalam kaitan itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan smelter domestik dapat memenuhi kebutuhan bijihnya dengan membeli dari perusahaan swasta lain ataupun mengimpor bijih dari Filipina.
“Enggak, kalau beli dari Filipina berapa? Bukan antara Filipina sama ini, untuk saprolit enggak ada isu. Enggak ada isu,” kata Tri kepada awak media, di Kantor Kementerian ESDM, Senin (22/6/2026).
“Sepanjang yang saya tahu ya [bijih domestik masih lebih murah dari bijih impor],” lanjutnya.
Dia menepis anggapan bijih domestik lebih mahal dari bijih impor dari Filipina gegara revisi formula harga patokan mineral (HPM).




























