Logo Bloomberg Technoz

Untuk itu, kata Moshe, Indonesia perlu memiliki ekosistem investasi yang konsisten agar mendapatkan kepercayaan dari investor.

“Indonesia masih butuh investor untuk eksplorasi. Kalau harga [gas] ditentukan sepihak, tentu akan jadi pertimbangan calon investor yang mungkin berminat [eksplorasi],” tambahnya.

Moshe menegaskan, sebagai industri padat modal, sektor hulu migas memiliki investasi dengan proses yang panjang dan tidak murah di tiap tahapannya.

“Mulai dari lelang, kontrak, commisioning sampai produksi itu panjang dan tidak murah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan 75 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) potensial yang akan ditawarkan kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hingga 2027.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan lelang blok migas tersebut akan dilakukan secara serempak untuk seluruh blok migas yang ditawarkan.

Akan tetapi, berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas ESDM dijelaskan bahwa lelang ternyata masih akan dilakukan bertahap hingga dua tahun ke depan.

Yuliot mengatakan lelang blok migas tidak akan lagi dilakukan secara bertahap, guna mengebut target produksi minyak siap jual setidaknya 900.000 barel per hari (bph) pada 2029.

“Kalau dibuat bertahap seperti itu, ya ini target untuk peningkatan lifting tidak akan tercapai. Jadi ya kita memiliki wilayah yang akan kita tawarkan, [ada] 75 [wilayah kerja/WK]. Seperti di toko, jadi kita pajangkan saja semua,” ujarnya ditemui usai rapat dengan Komisi XII DPR RI, Senin (20/10/2025).

Sementara itu, untuk 2026, Kementerian ESDM melelang 13 WK. Dua melalui sistem tender penawaran langsung dan 11 lainnya melalui sistem lelang reguler.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan dua WK akan ditawarkan lewat jalur direct offer tender atau penawaran langsung, yakni WK Natuna D Alpha dan WK Sapukala.

Sementara itu, 11 WK lainnya ditawarkan lewat jalur lelang reguler yakni; WK Rupat, WK Puri, WK Pesut Mahakam, WK Bengara II, WK Maratua II, WK Namori, WK South Tanimbar, WK Cerera, WK Areca Bruni, WK Rombebai, dan WK Jayapura.

“Sebagai perwakilan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan secara resmi Putaran Lelang Minyak Bumi Indonesia 2026 yang pertama, dengan total 13 area kerja yang ditawarkan melalui penawaran langsung dan tender,” ujar Laode di IPA Convex 2026, Rabu (20/5/2026).

Berikut 75 WK migas yang sudah terlelang dan dalam proses lelang oleh Kementerian ESDM terhitung dari 2025 hingga 2027:

Terlelang:

1. Central Andaman

2. Amanah

3. Airkomering

4. Serpang

5. Kojo

6. Melati

7. Binaya

8. Gaea

9. Gaea II

Penawaran Langsung dan Tender Reguler 2025:

10. Perkasa (terlelang)

11. Lavender (terlelang)

12. Jalu

13. Southwest Andaman

14. Karunia

15. Delapan Muaro

16. Barong

17. Drawa

18. Bintuni

19. Gagah

20. Abar Anggursi

21. Mabelo

22. Bangko

23. Nawasena

24. West Glagah Kambuna

25. Rangkas (reprocessing atau pemrosesan ulang data seismik)

26. Lariang (full tensor gradiometry survey/FTG)

27. Tanimbar

28. Arwana III

29. Meuseuraya

Penawaran Langsung 2026—2027:

30. West Andaman 1

31. West Andaman 2

32. West Rapak

33. Seram-Aru

34. Areca

35. Bruni

36. Cerea

37. Namori

38. Sapukala

39. Bengkulu-Mentawai

40. Masakka

41.Nawasena

42. South Tanimbar

43. Jago

44. Juniper

45. Amerta

46. Savna

47. Palu

47. Leti Selatan

49 Ambhawan (repro)

50. Belibis

51. Arwana I

52. Arwana II

53. Talawang

54. Natuna D-Alpha

Lelang Reguler 2026—2027:

55. Pesut Mahakam (study)

56. Rupat (study)

57. South Matindok (study)

58. Puri (study)

59. Lao-Lao (study)

60. Karapan Baru (study)

61. Benggara II (study)

62. Rombebai (study)

63. Northern Papua (study, seismik/repro)

64. Maratua II (study)

65. West Mutiara (study/repro)

66. Gorontalo Tomini Bay (study/seismik)

67. Timor (study/FTG)

68. Mamberamo (study)

69. Cendrawasih VII (study/seismik)

70. Sanggau-Melawi (study)

71. Patin (study)

72. Karama (study)

73. Enrekang (study/FTG)

74. East Java (study/repro)

75. Southeast Mandar (FTG)

(smr/wdh)

No more pages