Logo Bloomberg Technoz

Saran Analis Saat Volatilitas IHSG Berlanjut

Muhammad Julian Fadli
26 June 2026 15:57

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut hingga perdagangan siang hari ini, Jumat (26/6/2026), mencerminkan ketidakpastian di pasar masih amat menyelimuti.

Di tengah tingginya volatilitas, strategi investasi yang lebih defensif menjadi saran yang paling bijaksana.

IHSG tergelincir hebat di zona merah. IHSG turun 2% lebih hingga menyentuh posisi 5.858 perdagangan Sesi II siang hari ini, Jumat. Torehan tersebut pun mengonfirmasi besarnya gejolak pasar dengan penurunan 32% point–to–point di sepanjang tahun 2026.

IHSG Year to Date Sepanjang Tahun 2026 (Bloomberg)

“Kondisi ini mencerminkan sikap investor yang masih berhati-hati di tengah ketidakpastian global maupun domestik yang masih berlanjut,” tutur Novani Karina Saputri, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam catatan terbarunya, Jumat (26/6/2026). 

Sementara itu, nilai tukar rupiah juga masih berada di tengah–tengah tekanan yang menghantui pasar keuangan Indonesia, dengan diperdagangkan di atas Rp17.900/US$ hingga pepet level krusialnya Rp18.000/US$.