Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Hijau Hari Ini, Ditopang SRBI & Pasar Obligasi

Tim Riset Bloomberg Technoz
26 June 2026 15:31

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menguat pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026) sebesar 0,04% ke Rp17.918/US$, setelah sempat melemah 0,25% pada sesi pembukaan tadi pagi. 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) masih bertahan tinggi di 101,33, meski telah sedikit tergerus 0,1%. Pelemahan yang terjadi pada dolar AS memberi tenaga pada aset di negara berkembang. 

Mata uang Asia sore ini bergerak menguat, ringgit Malaysia menguat 0,62%, won Korea Selatan 0,28%, dolar Singapura dan yen Jepang menguat masing-masing 0,1%, rupiah 0,04% dan peso Filipina 0,02%. 


Sebaliknya, dolar Taiwan, yuan China, yuan offshore, baht Thailand, dan dolar Hong Kong masih berada di zona merah, meski telah sedikit memangkas pelemahannya. 

Pergerakan mata uang Asia, Jumat (26/6/2026). (Bloomberg)

Penguatan rupiah sore ini setidaknya tertopang oleh dua hal. Pertama, Bank Indonesia (BI) kembali melakukan operasi moneter melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hari ini.