Logo Bloomberg Technoz

Petani Sawit Usul Bauran Biodiesel Fleksibel, Batas Minimum B30

Sabrina Mulia Rhamadanty
26 June 2026 15:50

Tangki penyimpanan biodiesel portabel di Maribaya, Jawa Barat./Bloomberg-Dimas Ardian
Tangki penyimpanan biodiesel portabel di Maribaya, Jawa Barat./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menyarankan adanya konsep bauran fleksibel (flexible blending) dalam penerapan mandatori biodiesel, dengan batas minimum B30, alih-alih langsung menetapkan kenaikan bauran ke B50. 

“Kami menyarankan untuk melakukan konsep flexible blending dengan B30 sebagai batas minimum dan penyesuaian tingkat blending yang dilakukan secara dinamis,” ungkap Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto saat dihubungi, Jumat (26/6/2026). 

POPSI menilai, dalam kondisi harga CPO global yang sedang meningkat signifikan dan berpotensi membebani pendanaan biodiesel melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), tingkat campuran biodiesel dapat diturunkan ke batas minimum hingga 30% atau B30. 


Sebaliknya, ketika harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) melemah dan harga minyak solar meningkat, bauran dapat dinaikkan secara bertahap ke B40 atau ke yang lebih tinggi yaitu B50 guna meningkatkan daya saing biodiesel dan memperluas serapan CPO domestik.

“Rencana peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 pada awal Juli 2026 berpotensi menimbulkan tekanan serius terhadap keuangan BPDP serta berdampak langsung pada kesejahteraan petani sawit rakyat melalui mekanisme kenaikan pungutan ekspor CPO dan penurunan harga tandan buah segar [TBS],” jelasnya. 

Kebun Sawit Musim Mas (Dok. Musim Mas)