Logo Bloomberg Technoz

Hal ini disebut sebagai bukti nyata, risiko eksternal serta sikap hati-hati investor asing terhadap pasar negara berkembang (emerging markets) masih belum sepenuhnya mereda.

Yang jadi perhatian, kendatipun volatilitas pasar masih berlanjut, Novani optimistis, pergerakan pasar belakangan ini lebih banyak didorong oleh sentimen investor dan berbagai tekanan eksternal dibanding dengan memburuknya fundamental ekonomi Indonesia secara material.

“Ketidakpastian terkait prospek suku bunga global, arus modal asing, serta perkembangan geopolitik masih terus memengaruhi perilaku investor dan berkontribusi terhadap tingginya volatilitas pasar,” kata Novani, menyoal sentimen pasar masih lebih dominan dibanding fundamental.

Fundamental makro ekonomi Indonesia secara umum tetap solid, didukung oleh permintaan domestik yang stabil serta pengelolaan kebijakan ekonomi yang prudent. Kondisi tersebut memberikan landasan yang kuat dan mendukung prospek pasar dalam jangka menengah hingga jangka panjang.

“Di tengah tingginya tingkat ketidakpastian, penerapan strategi investasi yang lebih defensif menjadi semakin bijaksana,” saran Novani.

Investor dapat mempertimbangkan untuk mempertahankan alokasi portofolio yang seimbang, lanjutnya, antara saham dan aset–aset investasi berisiko rendah. 

“Di sisi pendapatan tetap (fixed income), investor juga disarankan untuk lebih selektif dengan memprioritaskan portofolio berjangka waktu pendek hingga menengah yang diterbitkan oleh emiten atau penerbit dengan kualitas kredit yang tinggi,” tambahnya.

Pendekatan ini dapat membantu mengurangi sensitivitas portofolio terhadap perubahan suku bunga, sekaligus menjaga ketahanan portofolio selama periode volatilitas pasar yang masih tinggi.

Ia juga menegaskan, likuiditas tetap harus menjadi prioritas strategis. Dalam kondisi pasar saat ini, reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan yang efektif untuk mengelola likuiditas sekaligus meningkatkan diversifikasi portofolio.

Dengan tingkat risiko yang relatif rendah, likuiditas yang tinggi, serta potensi imbal hasil yang kompetitif dibanding deposito perbankan konvensional, reksa dana pasar uang dapat membantu menjaga nilai modal (capital preservation) sekaligus memberikan fleksibilitas kepada investor untuk mengalihkan dana ke aset berisiko lebih tinggi ketika visibilitas pasar membaik dan peluang investasi menjadi lebih menarik.

(fad)

No more pages