Logo Bloomberg Technoz

Makin Terjepit KAI di Proyek Kereta Cepat

Nyoman Ary Wahyudi
26 June 2026 15:30

Presiden Prabowo Subianto menggunakan Whoosh dalam kunjungan kerja ke Jawa Barat (Dok. BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menggunakan Whoosh dalam kunjungan kerja ke Jawa Barat (Dok. BPMI Setpres)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Beban keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI) makin mengkhawatirkan.

Perusahaan kereta api milik negara itu menanggung bagian rugi investasi konsorsium pengendali Whoosh, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), masing-masing Rp2,22 triliun dan Rp2,92 triliun pada 2024 dan 2025.

Saldo investasi KAI yang sempat mencapai Rp7,72 triliun setelah setoran tambahan Rp2,7 triliun pada 2024 lalu belakangan sisa Rp3,24 triliun di akhir 2025.


Nilai investasi KAI yang menguap sekitar Rp4,48 triliun itu mencerminkan rugi yang mesti ditanggung perusahaan setelah menguasai 58,53% saham PSBI, kendaraan investasi Danantara yang menyalurkan pinjaman ke operator Whoosh, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Belakangan, manajemen KAI turut membentuk cadangan penurunan nilai investasi atau impairment sekitar Rp1,55 triliun.