Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup di Posisi 5.896

Muhammad Julian Fadli
26 June 2026 17:20

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah usai kehilangan 1,72% di posisi 5.896 pada perdagangan Jumat (26/6/2026), tergelincirnya saham–saham big caps jadi sebab, saham BREN dan saham EMAS misalnya.

Sepanjang perdagangan IHSG terus melanjutkan tren pelemahan dengan penurunan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 6.045 sampai dengan terendah 5.830.

IHSG Penutupan Sesi II pada Jumat 26 Juni 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp12,73 triliun dari sejumlah 20,78 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi 1,53 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 123 saham, dan sebanyak 562 saham terjadi pelemahan. Sisanya 129 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah


Saham–saham barang baku utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 4,99%, begitu juga saham perindustrian drop 4,23%, disusul oleh pelemahan pada saham konsumen non primer dengan melemah 2,96%. Sedang, saham energi turun 2,61%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks.