Logo Bloomberg Technoz

Petani Sawit Sebut Mandatori B50 Picu Beban Baru, Minta Evaluasi

Sultan Ibnu Affan
26 June 2026 16:30

Ilustrasi biodiesel (Envato)
Ilustrasi biodiesel (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) bersama Koalisi Transisi Bersih meminta pemerintah tidak terburu-buru menerapkan mandatori biodiesel B50 yang diagendakan berlaku per 1 Juli 2026.

Ketua Umum Mansuetus Darto mengatakan kebijakan tersebut justru berpotensi menambah tekanan baru bagi jutaan petani sawit rakyat (PSR) dalam negeri.

"Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor sawit, kebijakan ini justru berpotensi menambah tekanan baru bagi jutaan petani," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (26/6/2026).


Mansuetus mengatakan POPSI sedianya konsisten mendukung program hilirisasi untuk ketahana energi nasional. Namun, sejak awal, asosiasi mengusulkan agar pemerintah menerapkan flexi blending terlebih dahulu.

Dengan kata lain, pemerintah menerapkan mandatori B30 sebagai batas minimun, sementara peningkatan ke B40 atau B50 dilakukan secara fleksibel sesuai kondisi produksi CPO nasional, harga minyak dunia, kemampuan fiskal negara, serta kebutuhan energi dalam negeri.