Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG dan Bursa Asia Terpeleset, Ini Penyebabnya

Muhammad Julian Fadli
26 June 2026 14:06

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergabung dengan Bursa Asia yang kompak melemah pada perdagangan siang hari ini, Jumat (26/6/2026). Sentimen kurang positif datang dari pasar global, dari Selat Hormuz hingga Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Pada jeda perdagangan, IHSG terpeleset di posisi 5.835 dengan penurunan 2,73% dibanding hari sebelumnya.

IHSG Penutupan Sesi I pada Jumat 26 Juni 2026 (Bloomberg)

Saham barang baku, saham perindustrian, dan saham infrastruktur jadi yang terdalam pelemahannya, dengan minus mencapai 5,35%, 5,31% dan 4,03% masing–masing. Disusul oleh saham energi yang melemah 3,23% dan juga saham transportasi terdepresiasi 3,21%.


Saham–saham yang melemah dan menjadi top losers antara lain saham PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) yang jatuh 14,9%, saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) ambruk 14,8%, dan saham PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) drop 14,8%.

Perdagangan siang hari Ini, KOSPI (Korea Selatan) memimpin pelemahan, menyusul NIKKEI 225 (Jepang), KOSDAQ, Shenzhen Comp. (China), TW Weighted Index (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), Hang Seng (Hong Kong), TOPIX (Jepang), SETI (Thailand), Straits Times (Singapura), PSEi (Filipina), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), dan KLCI (Malaysia), yang tertekan dan drop di zona merah.