Logo Bloomberg Technoz

Harapan Driver Ojol Usai Tarif Komisi Turun 8%

Andrean Kristianto
25 June 2026 16:38

Penumpang menunggu ojek online (ojol) di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Bloomverg Technoz/Andrean Kristianto)

Penumpang menunggu ojek online (ojol) di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Bloomverg Technoz/Andrean Kristianto)

Dua perusahaan transportasi daring di Indonesia, GoTo dan Grab resmi mengumumkan penurunan komisi untuk layanan ojek online roda dua menjadi 8%.

Dua perusahaan transportasi daring di Indonesia, GoTo dan Grab resmi mengumumkan penurunan komisi untuk layanan ojek online roda dua menjadi 8%.

Kebijakan tersebut akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026 dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.

Kebijakan tersebut akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026 dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.

Gojek Indonesia akan mulai mengimplementasikan komisi 8% untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua yaitu GoRide.

Gojek Indonesia akan mulai mengimplementasikan komisi 8% untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua yaitu GoRide.

Grab juga akan mengimplementasikan komisi 8% untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua, atau GrabBike

Grab juga akan mengimplementasikan komisi 8% untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua, atau GrabBike

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam peringatan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam peringatan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei.

Menurut Prabowo, selama ini mitra ojol dibebani potongan aplikator dengan persentase tidak sesuai dengan risiko pekerjaannya.

Menurut Prabowo, selama ini mitra ojol dibebani potongan aplikator dengan persentase tidak sesuai dengan risiko pekerjaannya.

Penumpang menunggu ojek online (ojol) di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Bloomverg Technoz/Andrean Kristianto)
Dua perusahaan transportasi daring di Indonesia, GoTo dan Grab resmi mengumumkan penurunan komisi untuk layanan ojek online roda dua menjadi 8%.
Kebijakan tersebut akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026 dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.
Gojek Indonesia akan mulai mengimplementasikan komisi 8% untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua yaitu GoRide.
Grab juga akan mengimplementasikan komisi 8% untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua, atau GrabBike
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam peringatan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei.
Menurut Prabowo, selama ini mitra ojol dibebani potongan aplikator dengan persentase tidak sesuai dengan risiko pekerjaannya.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dua perusahaan transportasi daring terbesar di Indonesia, GoTo dan Grab resmi mengumumkan penurunan komisi untuk layanan ojek online roda dua menjadi 8%. 

Kebijakan tersebut akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026 dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.

Penurunan komisi ini disambut positif oleh sejumlah pengemudi ojek online (ojol) meski mereka masih berharap ada perbaikan pada skema layanan yang dinilai membebani pendapatan.

Salah satu pengemudi Grab, Sodik, mengapresiasi perubahan potongan komisi tersebut. Namun, ia menilai layanan Hemat dan Gaspol sebaiknya dihapus agar sistem kembali sederhana seperti sebelumnya.

“Mendingan itu yang dihilangin kayak hemat, gaspol, potongannya perdua jam tiga ribu untuk gaspol kalau hemat perhari Rp20.000 mending seperti awal aja ga gitu-gituan, narik tinggal narik,” kata Sodik kepada Bloomberg Technoz, Kamis (25/6).

Pandangan serupa disampaikan Agung Wibowo, pengemudi Gojek, yang mengeluhkan besarnya potongan pada layanan Hemat. 

“Bagus, bagulah ada perubahan (8%), tapi layanan hemat sekarang ini berat, kayak tadi pagi kepotong Rp20.000, jadi ibarat penumpang subsidinya kita yang ngasih, kan gitu ibaratnya, sepuluh ribu itu ada bensin, aki, oli, segala macem. Paling bawa pulang kerumah cuma Rp2.000-Rp2.500/order,” ungkap Agung.

(dre)