Logo Bloomberg Technoz

Peta Jalan Kereta Sumatra 2026-2030, Investasi Tembus Rp448 T

Sultan Ibnu Affan
03 June 2026 13:50

Warga menjaga palang pintu tidak resmi di perlintasan kereta api sebidang di Tebet Timur, Kamis (30/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menjaga palang pintu tidak resmi di perlintasan kereta api sebidang di Tebet Timur, Kamis (30/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan peta jalan pengembangan jaringan perkeretaapian di Pulau Sumatra untuk periode 2026-2030. Total investasi diperkirakan mencapai hingga US$25 miliar atau setara sekitar Rp448 triliun (asumsi kurs Rp17.900).

Program tersebut mencakup reaktivasi jalur nonaktif, pembangunan jalur baru, hingga peningkatan kapasitas angkutan batu bara guna memperkuat konektivitas antardaerah.

"Berdasarkan arahan dari Pak Presiden, itu untuk melakukan pengembangan jaringan di Pulau Sumatra. Yaitu bagaimana kita menghubungkan antara Banda Aceh dengan Bandar Lampung," Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).


Bobby mengatakan, jaringan rel yang saat ini beroperasi di Pulau Sumatra masih terpisah-pisah. Jalur aktif baru nantinya akan menghubungkan sejumlah wilayah tertentu seperti Bandar Lampung-Palembang, Bandar Lampung-Lubuklinggau, hingga sebagian jaringan di Medan dan Padang.

"Prioritas kita yang pertama itu adalah menghubungkan antara Banda Aceh dengan Besitang itu totalnya itu sekitar 478 km. Ini DED-nya (Detail Engineering Design) kita lagi bikin," tutur dia.