Logo Bloomberg Technoz

Harga Gas Industri HGBT Melejit Gegara Pakai LNG, ESDM Buka Suara

Azura Yumna Ramadani Purnama
26 June 2026 15:25

Sebuah kapal LNG berangkat dari fasilitas pelabuhan Rio Tinto Group di Karratha, Australia Barat./Bloomberg-Carla Gottgens
Sebuah kapal LNG berangkat dari fasilitas pelabuhan Rio Tinto Group di Karratha, Australia Barat./Bloomberg-Carla Gottgens

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan kenaikan harga gas untuk sektor industri penerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) terjadi gegara industri tersebut terpaksa menggunakan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) yang telah dilakukan regasifikasi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan harga LNG turut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah, serta dinamika global.

Dia menegaskan formula harga LNG memang sangat berkaitan dengan harga minyak mentah dunia.


Hal tersebut diungkapkan Laode, usai melakukan rapat dengan Kementerian Perindustrian, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) atau PGN.

“[Hal] yang pertama, kita perlu memahami bahwa kondisi saat itu kan, kondisi yang kita hadapi ini kan kondisi yang tidak biasa. Harga tiba-tiba crude-nya naik, sehingga yang lain pun harus disesuaikan. Semoga dengan kondisi yang makin kondusif, kita berharap ini kemudian penurunannya, akan ada penurunan dari harga seperti itu,” kata Laode kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (26/6/2026).

Pergerakan harga LNG acuan Eropa./dok. Bloomberg