Logo Bloomberg Technoz

Yield SRBI Sentuh Rekor Tertinggi, Investor Asing Rajin Beli

Redaksi
12 June 2026 11:28

Ilustrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (Diolah)
Ilustrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Imbal hasil (yield) Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kembali terkerek naik dan berada di posisi 7,57% untuk tenor 12 bulan. Kenaikan yield ini menandai posisi imbal hasil tertinggi SRBI sepanjang sejarah, tepatnya sejak instrumen ini dirilis pada September 2023. 

Meski yield dikerek naik, penawaran yang masuk pada lelang pekan ini mengalami penurunan. Melansir data lelang SRBI pada 10 Juni, penawaran yang masuk turun 28,01% menjadi Rp35,59 triliun dari Rp49,44 triliun pada lelang sebelumnya (5/6/2026). Alhasil, nilai yang dimenangkan juga ikut menyusut dari Rp30 triliun menjadi Rp15 triliun. 

Imbal hasil SRBI tenor 12 bulan. (Bloomberg)

Namun, tren porsi kepemilikan investor asing dalam SRBI masih tercatat naik, seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Mei, kemudian disusul kenaikan BI Rate terbaru awal pekan ini, sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%. 


Melansir data BI, pada Mei 2026, nilai outstanding SRBI mencapai Rp979,88 triliun, meningkat 17,1% dibanding posisi akhir Februari sebesar Rp837,22 triliun. 

Kenaikan outstanding ini juga disumbang oleh kepemilikan investor asing (non-residen) yang mencapai Rp216,48 trilliun pada Mei. Angka tersebut meningkat sekitar 43,6% dibanding posisi Februari 2026 yang sebesar Rp150,79 triliun. Data ini menggambarkan, setidaknya dalam dua bulan, investor asing menambah kepemilikan sekitar Rp65,69 triliun.