Logo Bloomberg Technoz

Airlangga Sebut Ekspor Feronikel via DSI Tak Ganggu Proyek EV

Sultan Ibnu Affan
31 May 2026 18:15

Blok feronikel yang diproduksi di fasilitas pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg-Dimas Ardian
Blok feronikel yang diproduksi di fasilitas pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ketentuan ekspor produk olahan nikel feronikel (FeNi) tidak serta-merta akan mengganggu proyek baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) nasional.

Adapun, feronikel menjadi salah satu komponen paduan besi (ferro alloy) yang bakal diwajibkan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Dalam konteks tersebut, Airlangga mengatakan ekosistem baterai EV di Indonesia saat ini telah mengklasifikasikan produk nikel dalam rantai pasok EV nasional. Feronikel, kata dia, merupakan produk tahap awal (intermediate).


Sementara itu, arah ekosistem EV nasional berfokus pada tahapan hilirisasi yang lebih jauh seperti produksi bahan baku berupa prekursor, katoda, anoda, hingga komponen baterai lainnya.

"Ekosistem EV adalah produk lebih hilir lagi mulai dari konsentrat, cathode, anode sampai dengan precursor. Itu tetap didorong, karena ini adalah ekosistem yang sedang dibangun," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Daftar paduan besi yang diatur ekspornya melalui BUMN, termasuk feronikel./dok. Kemendag