Logo Bloomberg Technoz

Pakar: Lonjakan Penjualan BEV Belum Bisa Jadi Tanda Pasar Matang

Pramesti Regita Cindy
17 July 2026 12:00

Mobil listrik antre mengisi daya di SPKLU Gambir, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mobil listrik antre mengisi daya di SPKLU Gambir, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pakar otomotif mengingatkan bahwa pertumbuhan penjualan mobil listrik baterai (battery electric vehicle/BEV) yang terjadi sepanjang semester I-2026 belum dapat dikatakan menjadi indikator bahwa pasar kendaraan listrik telah matang.

Meski mungkin ke depan pasar BEV nampak menjanjikan, pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai tantangan utama adopsi kendaraan listrik kini bukan lagi semata pada penjualan, melainkan pada kesiapan ekosistem pendukungnya.

"Tantangan terbesar justru berada pada ekosistemnya, yakni nilai jual kembali yang masih belum stabil, pasar kendaraan listrik bekas yang belum terbentuk kuat, [hingga] kekhawatiran terhadap kondisi baterai setelah masa garansi," kata Yannes kepada Bloomberg Technoz, dikutip Jumat (17/7/2026). 


Selain itu, ia juga mengatakan tantang lainnya yang jadi perhatian konsumen adalah ketergantungan mobil BEV pada pengisian daya di rumah (home charging) dan belum meratanya infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) maupun stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU), terutama di luar kota-kota besar.

Oleh karena itu, Yannes berpandangan keberhasilan adopsi kendaraan listrik ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah dalam mendukung industri tersebut.