Logo Bloomberg Technoz

Menelaah Dampak Perang Iran terhadap Permintaan Energi Bersih

News
17 July 2026 15:10

Baling-baling turbin angin di pabrik Ming Yang di Baotou, Mongolia Dalam, China. (Qilai Shen/Bloomberg)
Baling-baling turbin angin di pabrik Ming Yang di Baotou, Mongolia Dalam, China. (Qilai Shen/Bloomberg)

Ocean Hou - Bloomberg News

Bloomberg, Selama beberapa dekade, alasan di balik penggunaan energi bersih terutama berakar pada kebijakan iklim. Kini, hal ini juga tak kalah pentingnya terkait dengan geopolitik. 

Pemerintah di seluruh dunia telah menghabiskan bertahun-tahun berinvestasi besar-besaran dalam panel surya, pembangkit listrik tenaga angin, penyimpanan baterai, dan kendaraan listrik dengan tujuan mengelektrifikasi industri, transportasi, dan penggunaan energi rumah tangga.


Tujuan utamanya adalah mengurangi emisi karbon. Dalam prosesnya, penerapan yang cepat dan kemajuan teknologi berhasil menekan biaya, sehingga tenaga surya, baterai, dan kendaraan listrik menjadi kompetitif dibandingkan bahan bakar fosil dan kendaraan bertenaga gas.

Krisis energi baru-baru ini telah menambahkan dimensi baru pada transisi ini. Invasi Rusia ke Ukraina dan, yang terbaru, konflik di Iran telah mengganggu pasar minyak dan gas global, mengungkap kerentanan yang muncul akibat ketergantungan pada bahan bakar impor. Risiko geopolitik kini menjadi alasan lain untuk melakukan peralihan ini, sekaligus memperkuat argumen ekonomi.