Logo Bloomberg Technoz

Trump Tuding Sistem Pemilu AS Rentan, Ungkit Lagi Pilpres 2020

News
17 July 2026 11:50

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato di Gedung Putih di Washington, DC pada 16 Juli. (Fotografer: Pool/Getty Images via Bloomberg)
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato di Gedung Putih di Washington, DC pada 16 Juli. (Fotografer: Pool/Getty Images via Bloomberg)

Catherine Lucey dan Courtney Subramanian - Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memanfaatkan pidato kepresidenan pada jam tayang utama untuk kembali menggemakan klaim tanpa bukti bahwa Pemilu 2020 telah dicuri. Langkah ini sekaligus memicu keraguan publik atas keamanan pemilu paruh waktu mendatang, di mana Trump memilih fokus pada kekecewaan politik masa lalunya di tengah momen krusial yang kini mengancam kursi kepresidenannya.

Berbicara pada hari Kamis (16/7) dari Ruang Timur (East Room) Gedung Putih, Trump mengeklaim dirinya tengah menjabarkan temuan dari laporan intelijen yang baru saja dideklasifikasi. Dokumen itu disebut memuat kerentanan sistem pemungutan suara, upaya China mencuri data pemilih AS, kecurangan registrasi pemilih di Michigan, hingga klaimnya tentang adanya lebih dari 200.000 warga non-negara bagian yang masuk dalam daftar pemilih tetap.


“Tujuan kami membagikan informasi ini bukanlah untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap pemilu, melainkan untuk meraih kepercayaan tersebut dengan cara menghadapi kerentanan yang ada dan memperbaikinya dengan sangat, sangat cepat,” ujar Trump.

Pidato Trump yang berlangsung sekitar 25 menit itu juga memuat tuduhan mengenai upaya para pejabat pemerintah AS untuk menutupi intervensi pemilu oleh China serta aksi peretasan siber di Venezuela. Kendati demikian, sebagian besar data yang dirilis di situs resmi Gedung Putih bersamaan dengan pidato tersebut tampak tidak lengkap atau hanya berisi informasi lama yang sebenarnya sudah diketahui publik.