Logo Bloomberg Technoz

Trump Tuduh China Intervensi Pemilu, Kesepakatan Dagang Terancam

News
17 July 2026 13:00

Trump tiba di Tiongkok untuk menghadiri pertemuan puncak perdagangan Xi, sementara perang dengan Iran masih dalam tahap ketidakpastian (Bloomberg)
Trump tiba di Tiongkok untuk menghadiri pertemuan puncak perdagangan Xi, sementara perang dengan Iran masih dalam tahap ketidakpastian (Bloomberg)

Ryan Chua dan Eric Martin - Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh China telah mengintervensi Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada tahun 2020 lalu. Tuduhan ini berpotensi merusak hubungan bilateral dengan negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut, tepat di saat Trump tengah berfokus untuk mengamankan kemenangan dalam pemilu paruh waktu pada November mendatang.

Berbicara dalam pidato yang disiarkan pada jam tayang utama dari Gedung Putih pada Kamis (16/7), Trump mengeklaim bahwa pemerintah China telah mencuri 220 juta data pemilih AS, termasuk nama, alamat, dan data sensitif lainnya. Ia menyebut insiden tersebut sebagai "kebocoran data pemilu terbesar dalam sejarah"—sebuah klaim yang sebenarnya telah dibantah oleh badan intelijen AS sebelumnya.


Trump melontarkan rentetan tuduhan ini hanya beberapa bulan sebelum rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS pada September mendatang. Kunjungan tersebut awalnya merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh pemerintahannya untuk menstabilkan hubungan dan menjaga gencatan perang dagang yang telah disepakati tahun lalu.

Selain itu, Trump juga menuduh badan intelijen AS sengaja menyembunyikan informasi mengenai upaya China untuk mencampuri Pilpres 2020, yang pada akhirnya dimenangkan oleh mantan Presiden Joe Biden.