Dulu Pengekor, China Kini Jadi Kekuatan Robotika Dunia
Muhammad Fikri
17 July 2026 16:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kolaborasi empat perusahaan robotika Jepang dengan Nvidia untuk mengembangkan robot berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi penanda bahwa persaingan industri robot global memasuki babak baru. Di balik langkah tersebut, China justru muncul sebagai kekuatan baru yang dalam satu dekade terakhir berhasil mengubah diri dari pengguna teknologi menjadi salah satu pemimpin industri robot dunia.
Negeri Tirai Bambu pada awal 2000-an lebih dikenal sebagai "pabrik dunia" dengan biaya tenaga kerja murah. Hari ini China menjelma menjadi salah satu pusat pengembangan robot humanoid paling agresif di dunia.
Perusahaan-perusahaan China tidak hanya mampu memproduksi robot dengan harga lebih murah, tetapi juga mulai membawa teknologinya keluar dari laboratorium menuju pabrik, rumah sakit hingga ruang publik.
Selama bertahun-tahun, industri robot China masih bergantung pada teknologi asing. Robot yang digunakan di berbagai pabrik sebagian besar dipasok oleh perusahaan Jepang, Jerman maupun Swiss. Di saat negara-negara maju memimpin teknologi otomasi, China lebih banyak berperan sebagai basis produksi manufaktur global.
Titik balik datang pada 2015 ketika pemerintah China meluncurkan strategi Made in China 2025.
































