Rupiah di Luar Negeri Tertahan, Tekanan di Pasar Spot Belum Usai?
Tim Riset Bloomberg Technoz
21 May 2026 08:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar luar negeri pagi ini bergerak stagnan di posisi Rp17.657/US$, setelah kemarin sempat menguat 0,56%.
Indeks dolar AS masih bertahan tinggi di level 99,13, begitu juga harga minyak mentah Brent masih berada di posisi US$105,8 per barel. Sebelimnya harga minyak sempat merosot tajam 5,6% pada Rabu, merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut saat ini AS berada pada tahap akhir negosiasi dengan Iran.
Namun, kabar lain soal status perundingan justru bertentangan dengan pernyataaan Trump dan membuat harga minyak kembali naik. Sebab, meski kesepakatan damai dengan Iran berpotensi menekan harga minya, tapi kondisi pasar masih kacau.
"Butuh hingga 55 hari untuk mengirim minyak dari Teluk Persia ke tujuan akhirnya, yang berarti persediaan tetap akan terus menyusut selama periode tersebut," kata Joe DeLaura, global energy strategist di Rabobank, seperti dikutip Bloomberg News.
Bahkan, menurut CEO Abu Dhabi National Oil Co., Sultan Al Jaber, jika konflik AS-Iran berakhir saat ini juga, arus pasokan minyak Timur Tengah tidak akan sepenuhnya pulih hingga 2027. Ia menyebut penutupan Selat Hormuz adalah gangguan pasokan paling parah sepanjang sejarah.


























