Logo Bloomberg Technoz

Nasib Rupiah dan Obligasi Usai Pidato Prabowo Hari Ini

Redaksi
20 May 2026 13:00

Presiden Prabowo soal Pelemahan Rupiah: Orang Desa Tidak Pakai Dolar (Diolah)
Presiden Prabowo soal Pelemahan Rupiah: Orang Desa Tidak Pakai Dolar (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah relatif stagnan di posisi Rp17.698/US$ pada pukul 12:05 WIB setelah Pidato Presiden Prabowo Subianto di parlemen hari ini, Rabu (20/5/2026) pada 12.05 WIB. Stagnasi rupiah siang ini setelah pidato presiden bisa dilihat dari dua sisi.

Satu, pasar tidak menunjukkan kepanikan lanjutan meskipun tekanan global masih tinggi. Dua, tidak muncul pula optimisme baru yang cukup kuat untuk mendorong apresiasi rupiah ataupun mendorong masuknya arus modal asing secara agresif. 

Dalam pidatonya presiden menyoroti rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia yang paling rendah di antara negara-negara G20. Rasio pendapatan negara terhadap PDB di Meksiko adalah 25% dan India 20%.


Sedangkan di level Asia Tenggara, Filipina 21% dan Kamboja saja 15%. Adapun Indonesia hanya tercatat sebesar 11-12% dari PDB.

Pergerakan rupiah Rabu (20/5/2026) setelah pidato presiden di parlemen. (Bloomberg)

Nampaknya, pidato Prabowo yang menjelaskan kerangka ekonomi makro hari ini belum cukup kuat untuk menggeser perhatian investor dari kekhawatiran defisit fiskal di tengah ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga minyak belakangan ini.