Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Rapat Bahas Dampak Rupiah Rp17.500/US$ ke Subsidi Energi

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 May 2026 13:10

Bahlil Pembangunan Storage Crude Oil Baru Akan Dimulai Tahun Ini (Foto Diolah dari Berbagai Sumber)
Bahlil Pembangunan Storage Crude Oil Baru Akan Dimulai Tahun Ini (Foto Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia disebut sedang membahas dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang telah menembus level Rp17.500/US$, terhadap anggaran subsidi energi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman. Menurutnya, rapat tersebut dilakukan Menteri ESDM bersama jajaran menteri teknis lainnya.

“Itu kebetulan Pak Menteri sama jajaran menteri-menteri sedang merapatkan hal tersebut ya. Jadi kita tunggu saja,” kata Laode kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (13/5/2026).


Laode masih enggan berbicara ihwal potensi terjadinya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) gegara melemahnya nilai tukar rupiah tersebut.

Dia hanya memastikan stok BBM jenis solar dan bensin berada di atas standar minimum nasional. Selain itu, gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) diklaim di atas standar minimum.