Rupiah Masih Tertekan, Potensi Tembus Kisaran Rp17.900/Dolar AS
Tim Riset Bloomberg Technoz
13 May 2026 08:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) masih berada dalam posisi lemah. Hari ini (13/5/2026) memang stagnan, namun posisinya melampaui angka psikologis di Rp17.519/US$, setelah kemarin melemah cukup dalam 0,42%.
Tak lama berselang, rupiah offshore kembali melanjutkan pelemahannya 0,01% ke posisi Rp17.521/US$. Indeks dolar AS berada di level 98,32, dan mata uang kawasan masih bergerak beragam dengan kecenderungan melemah, terutama won Korea Selatan.
Harga minyak mentah Brent kembali melambung ke posisi US$107,17 per barel. Membuat mata uang kawasan yang bergantung pada pasokan minyak mentah dari Timur Tengah semakin tertekan.
Sebab, perang belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dengan pengajuan kembali proposal perdamaian antara AS dan Iran oleh masing-masing pihak.
Sementara dari dalam negeri, belum ada sentimen yang bisa memperkuat posisi tawar rupiah. Secara umum, sentimen investor sedang buruk terhadap pasar Indonesia lantaran kondisi ruang fiskal yang sempit.





























