Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, pendapatan pada tahun penuh 2025 mencapai Rp20,6 triliun atau naik 3,8% secara tahunan.

Pendapatan MIDI ditopang oleh segmen makanan sebesar Rp11,3 triliun, turun 2,8% secara tahunan di tengah tren down-trading yang menekan basket size dan mendorong pergeseran ke produk yang lebih terjangkau.

Sementara itu, segmen non-food dan fresh food masing-masing menyumbang Rp5,6 triliun dan Rp3,4 triliun, tumbuh melambat sejalan dengan performa penjualan setiap wilayah yang masih tertekan.

Adapun, gross profit margin (GPM) untuk produk makanan sebesar 26,3% pada kuartal IV-2025. Sementara itu, GPM untuk segmen non-food dan fresh food pada periode yang sama masing-masing turun ke 27,2% dan 29%.

Dalam lima tahun terakhir, pendapatan dari luar jawa tumbuh 16,8% CAGR sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah timur yang lebih kuat dibndingkan wilayah Jawa disertai 7 warehouse dan 3 sub-warehouse.

Perseroan juga berencana menambah sub-warehouse di Kalimantan Selatan pada kuartal II-2026 untuk memperkuat jaringan distribusi.

“Meski terdapat perlambatan revenue growth di luar Jawa, kami menilai wilayah tersebut masih memiliki ruang ekspansi dibandingkan wilayah Jawa yang cenderung ketat,” kata Novi.

Manajemen menargetkan pembukaan 200 gerai baru di tahun 2025, lebih tinggi dari 2024 sebanyak 152 gerai, dengan fokus ekpansi ke luar Jawa.

“Patut dicermati, SSSG MIDI turun 0,4% di kuartal IV-2025 sementara SSG AMRT naik 2,5% mencerminkan perbedaan positioning dan perlaku konsumen,” kata Novi.

Secara konsensus dari data yang dihimpun Bloomberg, sebanyak 13 analis merekomendasikan buy saham MIDI, tanpa ada satu pun analis yang merekomendasikan hold maupun sell. Target harga untuk 12 bulan ke depan ada di Rp503/saham.

(naw)

No more pages