Logo Bloomberg Technoz

Begini Ramalan Inflasi April Saat Harga BBM dan Elpiji Naik

Hidayat Setiaji
30 April 2026 12:58

Uang rupiah. ( Dimas Ardian/Bloomberg)
Uang rupiah. ( Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laju inflasi Indonesia pada April diperkirakan melambat. Usai Ramadan-Idul Fitri, sepertinya konsumsi masyarakat mengalami normalisasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi April pada awal pekan depan. Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg hingga Kamis (30/4/2026) pagi menghasilkan median proyeksi inflasi April di 0,38% secara bulanan (month-to-month/mtm).

Jika terjadi, maka melambat ketimbang Maret yang sebesar 0,41% yoy.


Tidak hanya secara bulanan, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pun diperkirakan terakselerasi pada April. Konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi inflasi April di 2,72% yoy, lebih rendah ketimbang Maret yang sebesar 3,48% yoy.

Bisa dibilang, April adalah periode normalisasi usai konsumsi masyarakat memuncak kala Ramadan-Idul Fitri, Tahun ini, Idul Fitri jatuh pada pekan ketiga Maret.