Logo Bloomberg Technoz

Penambang Buka Suara Soal Skema Bagi Hasil Minerba Meniru Migas

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 May 2026 18:30

Alat berat di areal pertambangan Vale./dok. Bloomberg
Alat berat di areal pertambangan Vale./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia Mining Association (IMA) mengingatkan pemerintah ihwal pentingnya stabilitas kebijakan khususnya terkait kewajiban keuangan perusahaan, guna menjaga keberlanjutan investasi dan operasional industri pertambangan Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan menanggapi rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang ingin mengubah skema bagi hasil pertambangan menjadi seperti industri hulu minyak dan gas (migas).

Direktur Eksekutif IMA Sari Esayanti berpendapat kepastian dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri tambang Indonesia, terutama di tengah dinamika global dan meningkatnya kebutuhan investasi jangka panjang untuk mendukung hilirisasi dan transisi energi nasional.


“Kami berharap adanya kestabilan kewajiban keuangan agar iklim investasi tetap terjaga dan sustainability operasi pertambangan dapat berjalan dengan baik. Saat ini industri menghadapi berbagai penyesuaian kebijakan seperti perubahan DHE, royalti, HPM, bea keluar, hingga penerapan B50 yang turut menambah tantangan operasional perusahaan tambang,” kata Santi melalui siaran pers, Jumat (8/5/2026).

Santi memandang industri pertambangan dengan migas memiliki karakteristik usaha yang berbeda, baik dari sisi model bisnis, pola investasi, tingkat risiko, regulasi, maupun mekanisme perizinan.