Tekanan Regulasi Picu Ekspansi Emiten Tambang ke Luar Negeri
Sabrina Mulia Rhamadanty
07 May 2026 07:05

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan pada regulasi pertambangan domestik dinilai menjadi salah satu pemicu dari langkah beberapa emiten sektor pertambangan untuk melakukan ekspansi lebih masif di luar negeri dibandingkan di dalam negeri.
Head Online Trading BCA Sekuritas Achmad Yaki menyebut selain hal tekanan regulasi, kombinasi strategis dari adanya pelemahan nilai tukar Rupiah memunculkan Upaya lindung nilai (hedging) dalam upaya penambahan aset di luar negeri ini.
“Langkah agresif perusahaan tambang Indonesia melakukan akuisisi aset di luar negeri. Seperti misalnya di Australia, Papua Nugini, Kanada didorong oleh kombinasi strategis, termasuk tekanan regulasi domestik dan upaya lindung nilai di tengah pelemahan nilai tukar,” ungkap Achmad kepada Bloomberg Technoz, Rabu (06/05/2026).
Ekspansi ke luar menurut Achmad juga akan berlanjut pada kuartal kedua tahun ini, dengan beberapa pertimbangan utamanya karena masih abu-abunya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tambang tahun ini. Baik dari sisi volume dan skema persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Keputusan peralihan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari 3 tahunan menjadi kembali per 1 tahun tahun ini, berpotensi menimbulkan ketidakpastian operasional emiten tambang,” jelasnya.




























