Logo Bloomberg Technoz

KINERJA Q1-2026

Sektor Tambang Lesu: Efek RKAB, Ekspansi Sepi & Permintaan Turun

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 May 2026 09:20

Truk dan ekskavator di tengah asap di tambang batu bara terbuka PT Exploitasi Energi Indonesia di Palaran, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dadang Tri
Truk dan ekskavator di tengah asap di tambang batu bara terbuka PT Exploitasi Energi Indonesia di Palaran, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mengungkapkan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan industri tambang mineral dan batu bara (minerba) terkontraksi pada kuartal I-2026.

Salah satunya adalah karena penambang lebih berhati-hati melakukan ekspansi gegara kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 mengalami pemangkasan.

Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani menyatakan pemangkasan produksi melalui RKAB memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas produksi, pengangkutan, penjualan, dan jasa pendukung pertambangan.


Selain itu, dia menyatakan, saat ini perusahaan pertambangan batu bara bukan berhenti melakukan ekspansi, tetapi memilih untuk menyesuaikan kembali rencana kerja dan investasi pendukung.

Alat berat beroperasi di tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatra Selatan./Bloomberg-Dadang Tri

Gita menegaskan keputusan ekspansi tambang sangat bergantung pada kepastian volume produksi, keekonomian tambang, harga, dan kepastian regulasi.