Di sisi kinerja industri, OJK mencatat industri pinjol membukukan laba setelah pajak sebesar Rp680 miliar pada Maret 2026. Kinerja positif itu didorong oleh pertumbuhan outstanding pembiayaan serta kemampuan perusahaan menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
Selain itu, outstanding pembiayaan produktif industri pinjol juga tumbuh 23,40% yoy menjadi Rp34,66 triliun pada Maret 2026.
Agusman mengatakan tren tersebut menunjukkan pengembangan pembiayaan produktif terus berjalan, meskipun porsinya terhadap total pembiayaan industri masih terus ditingkatkan.
“Ke depan, optimalisasi porsi pembiayaan produktif terus didorong antara lain melalui penguatan kapasitas penyaluran dan peningkatan kualitas analisis kredit,” pungkasnya.
(lav)
No more pages






























